Newstalk

Dapatkan informasi terkini seputar Anda disini, baik tentang kisah inspiratif, dan informasi teruptade. Semuanya kami sajikan secara cepat dan akurat.

Education

Ingin tahu tentang perkembangan dunia pendidikan dan iformasi tentang beasiswa? Atau butuh informasi seputar pendidikan paling update? Dapatkan semuanya hanya di rubrik ini.

Family and Parenting

Dalam rubrik ini anda akan menemukan beragam artikel menarik seputar keluarga, tips mengasuh anak, hubungan anak dan ibu, hubungan keluarga, dan informasi lainnya.

Fashion and Beauty

Dalam rubik ini kami akan menampilkan beberapa artikel mengenai trend fashion, tips kecantikan, yang akan menginspirasi Anda.

Lifestyle

Beragam artikel mengenai gaya hidup, infotainment, hobby, karier, serta info travelling bisa Anda dapatkan disini.

Health

Dapatkan informasi bermanfaat seputar kesehatan, informasi kesehatan, pendidikan kesehatan, dan informasi penting lainnya.

Tips

Dapatkan informasi bermanfaat seputar tips kesehatan, pendidikan, keluarga, relationship, dan seputar tips lainnya yang akan sungguh bermanfaat bagi anda.

Showing posts with label healthlife. Show all posts
Showing posts with label healthlife. Show all posts

Wednesday, 27 February 2013

Stimulan yang Dibutuhkan Anak dari Ayah


Banyak orangtua yang merasa, bahwa anak hanya membutuhkan pengasuhan dari ibu saja. padahal ayah memiliki peran sangat penting dalam pengsauhan anak. sebaiknya dari sekarang ayah harus mulai belajar mengasuh anak, tidak hanya jadir sekedar fisik saja namun psikologis juga dalam setiap perkembangan anak.

Ayah juga perlu memahami tahapan perkembangan anak demi memenuhi kebutuhan si kecil. Anak usia 0-10 tahun membutuhkan pengasuhan ayah yang berbeda dengan anak usia remaja.

Irwan Rinaldi, pendiri Sahabat Ayah mengatakan, ada saat anak tumbuh dan membutuhkan stimulan dari ayahnya. Terutama anak usia 0-10 tahun yang membutuhkan kejutan dari perilaku ayahnya. Artinya dalam keseharian ayah semestinya bisa memberikan hal baru yang berbeda. Bukan rutinitas yang membosankan dan tidak membantu menstimulasi anak-anak pada usia ini.

"Anak-anak suka main game karena tidak menemukan ayah ibu yang dinamis. Padahal anak butuh eksplorasi dan anak butuh dialog. Dengan menciptakan kejutan seperti saat pulang kantor, jangan menjalani kebiasaan yang sama setiap hari. Alih-alih mengetuk pintu rumah, sesekali ketuk jendela. Sehingga anak selalu menemukan hal baru dari ayahnya," ungkapnya saat talkshow tentang parenting di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jadilah ayah yang spesial, bukan ayah yang biasa-biasa saja demi memberikan stimulasi pada anak yang mendukung tumbuh kembangnya, saran Irwan.

Lain usia anak, lain lagi stimulasi yang ayah berikan. Pada anak laki-laki remaja, mereka memiliki sikap kompetitif rendah dan kooperatif tinggi. Beda dengan anak perempuan yang kompetitifnya tinggi sementara kooperatifnya rendah. Kehadiran ayah secara psikologis dibutuhkan untuk menyeimbangkan hal ini guna membantu anak mengeskplorasi dirinya.

Untuk memberikan stimulan pada anak, ayah juga perlu memahami kebutuhan anak sesuai usia.

Pada usia 0-10 tahun, anak lebih membutuhkan perhatian ayah melalui kebiasaan saling bicara, porsinya 70 persen. Sementara 30 persennya kebutuhan untuk didengarkan, atau dengan kata lain ayah perlu memberikan telinganya lebih sedikit ketimbang mulutnya.

"Pada usia ini anak tidak butuh ayah yang cool, tapi butuh ayah yang banyak bicara," sarannya.

Sementara pada usia 10-15 tahun yang dibutuhkan anak berbeda. Kesediaan ayah untuk lebih banyak mendengar, porsinya 70 persen. Sebaiknya ayah lebih sedikit bicara, dengan porsi 30 persen saja.
Dengan memahami kebutuhan anak terkait stimulasi, ayah bisa membantu anak mengeksplorasi dirinya yang mendukung tumbuh kembangnya.

jadi, tidak ada salahnya para daddy ikut serta dalam pengasuhan anak. dan jangan beranggapan lagi bahwa anak hanya memerlukan pengasuhan dari ibu.

(sumber kompasfemale / foto Ist)

Friday, 22 February 2013

Infertilitas Bukan Hanya Masalah Perempuan


ketika sebuah keluarga tidak kunjung diberikan keturunan, banyak orang yang kadang menghakimi istri.  Padahal belum penyebab tidak kunungnya memiliki anak itu adalah sang istri. seperti dikutip pada majalah nakita (22/2), secara presentase, penyebab pasangan belum dikaruniai anak bisa berasal dari suami (40 persen), istri (40 persen), kombinasi keduanya (10 persen), dan faktor lain yang tidak diketahui (10 persen). Artinya baik suami dan istri memiliki porsi yang sama perihal masalah ketidaksuburan ini.

Dokter spesialis kandungan, dr Malvin Emeraldi, SpOG menjelaskan keduanya memang harus punya alat reproduksi dan keseimbangan hormon reproduksi yang baik. Juga perlu diketahui apakah ada riwayat infertilitas dari masing-masing pasangan.

Jadi, suami dan istri perlu konsultasi. Pada suami dilakukan pemeriksaan sperma untuk mengetahui jumlah, bentuk, pergerakan, dan daya tahan sperma. Pada istri dilakukan pemeriksaan USG, periksa hormon, saluran telur, fungsi tuba, dan rahim.

Pemeriksaan dinilai baik bila diketahui sperma suami dinyatakan normal dan siap membuahi. Begitu juga bila pemeriksaan pada istri dikatakan normal, termasuk tidak terdapat antisperma dalam tubuhnya.

Bila ternyata tak kunjung hamil juga, kemungkinan pasangan ini masuk dalam 10 persen penyebab infertilitas yang tak bisa dijelaskan.

(Ary. p / foto Ist)

Tuesday, 12 February 2013

Gangguan Bakteri Usus Memicu Kolik


Dunia kedokteran belum mengetahui dengan pasti mengapa bayi mengalami kolik, yaitu kondisi jika bayi menangis terus tanpa sebab yang jelas. Dugaan sementara kondisi itu dipicu oleh ketidaknormalan bakteri usus.

Penelitian berhasil mengidentifikasi bakteri khas di usus pada bayi-bayi yang kolik. Pada minggu pertama kehidupan bayi, para peneliti menemukan bayi yang kolik memiliki jumlah bakteri yang disebut Proteobacteria. Sementara pada bayi yang tidak kolik tak ditemukan bakteri itu.

Proteobacteria antara lain adalah bakteri penghasil gas sehingga akan menyebabkan bayi menderita sakit perut dan menangis terus.

Menurut Carolina de Weerth, peneliti dari Belanda yang melakukan riset ini, bayi yang kolik juga hanya memiliki bakteri jenis lain seperti bifidobacteria dan lactobacilli, lebih sedikit. Padahal bakteri-bakteri itu memiliki efek anti-inflamasi sehingga akan mengurangi inflamasi di usus dan rasa sakit.

"Selama ini para profesional percaya bahwa kolik hanyalah siklus menangis yang ekstrem pada bayi. Hasil studi ini menunjukkan, paling tidak pada beberapa kasus, ketidaknormalan koloni bakteri di usus bisa memicu kolik," kata de Weerth.

Bayi terlahir dengan usus yang steril tanpa memiliki bakteri. Bakteri baru akan berkembang dan membentuk koloni beberapa jam setelah proses persalinan.

Ketidaknormalan bakteri usus itu akan menghilang beberapa bulan kemudian. Karena itulah kolik biasanya hanya terjadi pada bayi baru lahir.

Penelitian yang dilakukan de Weerth ini berskala kecil dan periodenya hanya beberapa bulan. Karena itu masih diperlukan studi berskala besar dan lama untuk menguatkan studi ini.

Meski begitu, menurut Dr.William Muinos, wakil direktur departemen gastroenterologi di Miami Childrens Hospital mengatakan studi tersebut cukup masuk akal. Apalagi bakteri di usus memang berpengaruh pada produksi gas dan pergerakan usus.

Beberapa bayi yang kolik juga diketahui mengalami gangguan refluks atau heartburn. Tetapi menurutnya koloni bakteri hanya salah satu faktor pencetus kolik. Emosi dan kegembiraan juga bisa menyebabkan kolik.

(sumber kompas / foto Inspirateforwoman)

Thursday, 7 February 2013

Mental Ayah Berdampak ke Anak Sejak Kehamilan


Selama kehamilan, ibu selalu jadi pusat perhatian. Bagaimana pola makan ibu dan asupan nutrisinya, olahraga yang dijalankannya, berbagai hal yang ibu lakukan menjadi perhatian demi menunjang tumbuh kembang janin. Padahal, bagaimana kondisi ayah juga perlu mendapat perhatian yang sama.

Menurut studi ilmu kesehatan anak terbaru, kondisi mental ayah juga perlu diperhatikan selama kehamilan. Pasalnya psikis ayah selama masa kehamilan berdampak pada masalah perilaku anak di kemudian hari.

Studi yang melibatkan 30.000 anak di Norwegia menunjukkan, tiga persen ayah yang memiliki masalah psikis, mengalami stres terutama pada kehamilan ibu minggu 17 atau 18, berkaitan dengan masalah perilaku anak pada usia tiga. Semakin tinggi tingkat stres ayah saat masa kehamilan ibu, semakin buruk masalah perilaku anak yang dihadapi orangtua saat anak berusia tiga.

Jadi, perhatian tak hanya fokus pada psikis ibu yang mengandung. Ayah juga perlu menjaga kondisi psikisnya, karena dampak yang disebabkan dari stres ayah dan ibu sama besarnya terhadap perilaku anak di kemudian hari. Meski ayah tidak memiliki keterkaitan langsung dengan janin, studi ini menunjukkan mental ayah selama masa kehamilan dengan masalah anak di kemudian hari terjadi karena efek domino yang ditumbulkannya.

Pasalnya, ayah yang stres akan memicu emosi serupa kepada ibu hamil, dan hal ini berdampak pada bayi. Hasil studi ini sejalan dengan penelitian lain yang menyebutkan, ibu hamil yang mengalami depresi disebabkan karena ia tinggal bersama pasangan yang juga mengalami depresi.

(Sumber kompasfemale / foto Ist)

Saturday, 2 February 2013

Menjaga Pola Hidup Saat Hamil Muda


Disaat kehamilan berada di usia 1-3 bulan sangat rentan akan keguguran. Disinilah dibutuhkan peran ibu agar tak terjadi hal demikian.

Selain mengatur porsi asupan gizi dan makanan, ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil dikala kehamilan berada di tri semester.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan di saat hamil muda:

1. Berhentilah merokok atau megonsumsi minuman keras. Risiko rokok dan alkohol pada bayi sangat buruk sehingga penting untuk menjauhkan bayi dari kedua hal tersebut.

2. Pada kondisi hamil muda, wanita sangat rentan terkena stres dan menolak untuk makan. Padahal, perut yang kosong dapat memperparah keluhan mual dan dapat menurunkan kesehatan ibu hamil yang pada akhirnya membahayakan kandungan.

3. Hendaknya  mengonsumsi pisang untuk mengisi perut dan mulai mencari makanan dengan aroma segar seperti biskuit jahe, teh, salad, jus jeruk, atau mint.

4. Jaga keseimbangan psikologis agar mampu menaklukkan kesulitan di awal kehamilan yang biasanya tidak mudah dihadapi, terutama bagi wanita yang baru pertama kali mengalami kehamilan.

5. Wanita yang sedang hamil biasanya sering mengantuk. Jangan tunda untuk tidur saat serangan kantuk itu datang demi menjaga stamina dan menyimpan energi.

6. Hindari makanan yang banyak vitamin A dan perbanyak konsumsi makanan dengan zat besi.

7. Jangan sembarang mengonsumsi obat, suplemen, atau zat-zat kimia lainnya.

8. Jangan melakukan olah raga berat, misalnya, lari atau aerobik high impact.

9. Hindari pakaian ketat yang tidak lentur. Pakaian longgar atau elastis merupakan pilihan lebih baik untuk ibu hamil karena tidak akan mengganggu perkembangan janin. Sama halnya dengan bra, kenakanlah yang nyaman.

Semoga bermanfaat!!

(Sumber yahoo! she / foto Ist)

Monday, 28 January 2013

Bayi Tabung Jalan Terakhir untuk Hamil?


Dulu, ketika teknologi kedokteran belum secanggih sekarang, bila suami tak memiliki sperma (azoospermia) maka pupus harapan untuk memiliki momongan. Akan tetapi teknologi bayi tabung memberikan harapan baru. Mungkin tak sedikit yang menilai bayi tabung menjadi jalan terakhir.

Dr Malvin Ameraldi, SpOG menjelaskan sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan, yaitu inseminasi. Program ini berupaya memasukkan sperma ke dalam rahim, terjadi pertemuan sel telur dan sperma di dalam tubuh.

Sementara pada program bayi tabung, dokter mengambil sel telur dan sperma lalu digabung menjadi embrio, selanjutnya embrio tersebut ditanam ke rahim calon ibu. Nah, indikasi untuk dilakukan bayi tabung terutama bila ada gangguan sperma/tidak memiliki sperma, sumbatan salur telur, dan kelainan yang tak bisa dijelaskan.

Di dunia, keberhasilan program bayi tabung sekitar 30-40 persen. Dari beberapa pilihan program, keberhasilan inseminasi tanpa penyubur sekitar lima persen, dengan penyubur tujuh persen, dan dengan stimulasi hormone 4-17 persen. Dengan teknik bayi tabung persentase keberhasilannya termasuk lebih besar. Namun demikian, keberhasilan program  bayi tabung dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya usia calon ibu, cadangan sel telur, dan faktor penyebab infertilitas.

Pendapat yang mengatakan bayi tabung mahal membuat pasangan urung melakukannya. Padahal, biaya bayi tabung sangat tergantung pada protokol pengobatan, usia, sel telur. Memang biayanya sekitar Rp 40-50 juta. Tentu diperlukan strategi untuk menciptakan cost effective sehingga mencapai keberhasilan yang maksimal.

Misalnya, ketika seorang perempuan berusia 35 ke atas bingung memilih program, sebaiknya langsung bayi tabung. Dengan demikian ia tak membuang waktu.

Hitung-hitungannya seperti ini. Biaya inseminasi bisa sekitar Rp 2,5 juta tanpa obat dan sekitar Rp 5 juta dengan obat.  Akan tetapi, tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada pengulangan program tersebut. Bila baru sekali  inseminasi keberhasilannya hanya 10 persen. Keberhasilan akan meningkat ketika inseminasi lebih dari tiga kali.

Dokter akan menyarankan dilakukan inseminasi sekitar 3-6 kali agar peluang keberhasilan hamil lebih tinggi. Akan tetapi, untuk mengulang program tersebut 3-6 kali ketika si ibu berusia di atas 35 akan menghabiskan dana dan waktu. Kecuali si ibu masih berusia 25, meski presentase keberhasilan inseminasi kecil, masa ada banyak waktu untuk dicoba.

Sementara itu, prosedur bayi tabung dari stimulasi hingga kesimpulan berhasil atau tidak memakan waktu sekitar 4-5 minggu. Prosedur awal berupa pemeriksaan sel telur, memberikan hormon reproduksi, dan pengambilan sperma.

Setelah itu dilakukan stimulasi dengan indung telur melalui pemberian obat hormon agar sel telur dapat diambil. Proses ini memakan waktu dua minggu. Setelah itu operasi pengambilan sel telur dilanjutkan dengan prosedur laboratorium.

Proses laboratorium mencakup penilaian sel telur, penilaian sperma, dan pembentukan embrio. Setelah embrio terbentuk dimasukkan ke dalam rahim. Setelah itu tunggu lagi dua minggu untuk bisa mengetahui apakah embrio tersebut bisa tumbuh di dalam rahim atau sebaliknya.

Nah, manakah yang akan dipilih, silakan menghitungnya.

(Sumber kompasfemale / foto Ist)

Friday, 25 January 2013

Caesar Bukan Solusi Hindari Nyeri Bersalin


Banyak ibu yang memilih meja operasi Caesar ketimbang bersalin normal. Dokter akan membedah dinding perut dan rahim ibu guna mengeluarkan bayi. Tujuannya, agar dapat menghindari efek nyeri saat bersalin normal. Anggapan bahwa persalinan Caesar bisa menghindari nyeri saat melahirkan boleh jadi keliru.

Saat proses persalinan boleh jadi calon ibu tidak mengalami nyeri karena mengalami pembiusan, tapi seusai melahirkan dengan operasi Caesar, ibu akan merasakan sakit yang rasa sakitnya lebih besar daripada persalinan normal.

Pasalnya, saat persalinan normal, calon ibu mengeluarkan hormon endorphin yang mampu mengurangi secara alami rasa sakit karena proses melahirkan. Sementara pada saat pelaksanaan Caesar, hormon endorphin ini tidak diproduksi, sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan pascacaesar tidak dapat diminimalisasi oleh hormon ini.

Tak hanya itu, masa pemulihan ibu setelah persalinan Caesar bisa mencapai enam minggu, bahkan lebih. Dari sisi waktu, ibu juga akan lebih lama menanggung rasa sakit yang ditimbulkan pascacaesar. Selain itu juga ada risiko lain yang mengintai ibu melalui persalinan Caesar yakni infeksi pascabedah terutama infeksi pada saluran kencing. Infeksi ini lebih sering terjadi pada ibu yang kegemukan. Belum lagi biaya operasi Caesar juga lebih mahal dibandingkan persalinan normal.

Tak hanya itu, ada pula risiko bagi bayi pasca caesar yang perlu dipertimbangkan, yakni berpeluang lebih tinggi mengalami gangguan pernafasan (neonatal respiratory distress). Risiko mengidap asma juga lebih besar pada bayi melalui persalinan Caesar.

Jadi, sebelum anda memutuskan untuk caesar, perhatikan efek yang ditimbulkan pascacaesar. Semoga bermanfaat!!

(Sumber kompasfemale / foto Ist)

Wednesday, 12 December 2012

10 Hal yang Diinginkan Anak pada Orangtua


Terkadang semua orang tua yang memiliki anak pasti menginginkan anaknya lebih baik, percaya diri, merasa dicintai, dan diperlakukan dengan baik.

Namun, bukan hanya Anda, lho, yang punya kebutuhan dan menuntut kewajiban dari mereka. Anak-anak pun menginginkan 10 hal berikut ini dari Anda, agar tumbung kembangnya maksimal.

Berikut 10 hal yang diinginkan seorang anak dari orangtuanya agar mereka dapat betumbuh kembang dengan baik:

Mendengarkan
Mungkin apa yang dia ceritakan terkesan sepele. Sedangkan kondisi emosional atau kegiatan Anda mungkin sedang padat sehingga tak memungkinkan punya waktu untuk mendengarkannya. Namun, cobalah untuk tetap mendengarkan cerita anak Anda. Ini akan membuatnya merasa Anda punya ketertarikan pada ceritanya dan menghargainya.

Memuji
Memuji, meski hanya untuk hal-hal sederhana yang ia lakukan, memuji akan meningkatkan rasa percaya dirinya. Sebaliknya, mengatakan hal-hal yang secara tidak langsung meremehkan apa yang ia lakukan bisa menyurutkan semangatnya. Jadi, jangan pelit pujian kalau ia melakukan hal-hal positif.

Cinta tanpa syarat
Apa pun yang ia lakukan, ia butuh dicintai tanpa tergantung kondisi emosi yang Anda rasakan, atau hal lainnya. Dengan demikian, ia akan merasa nyaman berkomunikasi dengan Anda, bahkan ketika menceritakan kesalahan yang telah dibuatnya. Selanjutnya, Anda tinggal memberitahunya bagaimana agar ia tidak mengulangi kesalahan.

Percaya
Cobalah untuk memberikannya tanggung jawab kecil, misalnya menjaga adiknya saat Anda mencuci piring. Atau, biarkan ia melakukan hal yang diinginkannya, selama itu positif. Amati bagaimana ia melakukannya dari kejauhan. Ini akan membuatnya merasa dipercaya mampu melakukan hal penting atau tanggung jawab.

Bersenang-senang
Jangan hanya terus menuntutnya melakukan kewajibannya sebagai anak. Ia pun berhak menuntut haknya layaknya anak lain, yaitu bersenang-senang. Lupakan sejenak kesibukan Anda, tunda kegiatan lain, dan lakukan kegiatan yang menyenangkan bersamanya. Pergi ke tempat bermain, pantai, berenang, atau bahkan hanya memasak bersama Anda di rumah bisa meninggalkan kenangan manis baginya.

Minta penjelasan
Membiasakan anak untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan memang baik. Namun, lanjutkan pada langkah berikutnya, tanyakan mengapa ia meminta maaf. Terbiasa memberikan penjelasan atas hal ini akan membuat anak tidak meremehkan atau hanya mengobral kata maaf.

Bertanggung jawab
Bila memang Anda yang salah, katakan dengan jujur padanya dan mintalah maaf. Tak lupa, katakan bahwa Anda akan memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan demikian, anak belajar untuk bertanggungjawab bila melakukan kesalahan, dan tahu bahwa terkadang orangtua pun salah.

Kesempatan kedua
Mungkin ia memang melakukan kesalahan yang membuat emosi Anda memuncak, tapi ada baiknya Anda berikan kesempatan lagi padanya. Sehingga, ia berusaha memperbaiki diri dan belajar untuk lebih baik di kemudian hari.

Tak ada yang sempurna
Katakan padanya kalimat di atas. Sampaikan pula, sekeras apa pun kita berusaha untuk menyenangkan orang lain, bukan tidak mungkin tetap akan ada orang yang tidak puas pada kita. Begitu pula halnya dengan orang lain. Sebab, setiap orang unik dan berbeda. Selain itu, tak ada orang yang sempurna.

Maklum
Jangan merasa dunia kiamat hanya karena dia memecahkan keramik kesayangan Anda, atau menumpahkan makanan atau minumannya ke karpet. Alih-alih mengamuk, ajak dia untuk membersihkannya bersama. Ingat, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, termasuk Anda.

(Sumber Kompas Female / foto Ist)

Pengidap ACA Bisa Melahirkan Dengan Normal


ACA (Anti Cardiolipin Syndrome) adalah penyakit yang menyebabkan kekentalan darah. Pada prinsipnya, ibu yang mengidap penyakit ini tetap bisa melahirkan normal selama kondisinya terjaga.

Untuk itu berikut beberapa tips agar ibu hamil dengan ACA bisa melahirkan dengan normal :

* Kontrol rutin ke dokter untuk memantau kondisi kekentalan darah.
* Pada kondisi parah, dokter akan memberikan obat yang harus disuntikkan setiap hari. Suntikan ini wajib dilakukan setiap hari, dan ibu bisa melakukannya sendiri. Ibu harus disiplin melakukannya jangan sampai terlewat.
* Istirahat cukup, minimal delapan jam per hari. Meski begitu, ibu tak perlu membatasi aktivitas tapi pastikan aktivitas harian tak membuat ibu kelelahan.
* Kurangi stres dengan berbagai cara, dari olahraga ringan seperti berjalan kaki, hingga melakukan relaksasi.
* Banyak minum air putih, minimal dua liter per hari.
* Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

(Sumber Kompas Female / foto Ist)

Thursday, 6 December 2012

Ibu Perokok Beresiko Pada Bayi


Belum lama ini beberapa peneliti mengeluarkan hasil penelitian mereka tentang kaitan ibu hamil yang merokok terhadap perkembangan bayi mereka.

Dalam hasil penelitian tersebut dipaparkan bahwa ibu hamil yang aktif merokok menyebabkan bayi mereka autis, bahkan beresiko mengalami gangguan lainnya.

Dilansir dari Dailymail, Kamis (6/12), penelitian yang dilakukan oleh professor Amy Kalkbrenner, dari University of Wisconsin-Milwaukee menemukan, ibu hamil yang merokok dapat menyebabkan janin terancam mengalami autism.

Selama penelitian Kalkbrenner dan timnya meneliti ratusan ribu anak dari 11 negara bagian di AS yang didiagnosa autisme. Dari hasil penelitian tersebut mereka menemukan 13% para ibu dari anak-anak yang mengidap autisme mengaku hobi merokok di masa kehamilan.

"Hal ini salah satu bagian dari autisme yang menjadi resiko dari rokok ialah Asperger’s syndrome. Hasil riset ini memang tidak menyebutkan bahwa merokok merupakan faktor utama dari autisme. Namun jelas menunjukkan bahwa ada kaitan antara bahaya merokok dengan autisme,” ujar Kalkbrenner.

Kalkbrenner menambahkan ibu hamil yang merokok akan menghisap oksigen bercampur racun-racun dalam tembakau. Oksigen yang telah terkontaminasi kemudian meresap masuk ke dalam ari-ari bayi yang berfungsi untuk menjaga kesehatan dan perkembangan bayi.

Selain menyebabkan resiko autisme, merokok juga dapat menimbulkan resiko keguguran atau bayi lahir premature. Bayi yang lahir dari ibu perokok juga memiliki resiko tinggi mengalami asma, dan infeksi telinga.


Sementara itu, seperti dikutip dari Xinhuanet, Jeffrey Gruen, Profesor Ilmu Kesehatan Anak di Yale University School of Medicine, dan rekannya juga mengemukakan bahwa, ibu yang merokok lebih dari satu pak per hari selama hamil akan menyebabkan bayi mereka susah membaca.

Mereka mendapati secara rata-rata, anak yang terpajan pada tingkat nikotin tinggi di dalam rahim memiliki nilai 21 persen lebih rendah dalam hal membaca dibandingkan dengan teman sekelas mereka yang dilahirkan dari ibu yang tidak merokok.

(Sumber Dailymail & Xinhuanet / foto Ist)

Wednesday, 5 December 2012

Pemeriksaan Kehamilan Cukup Penting


Memeriksa kehamilan adalah hal yang wajar dilakukan oleh setiap ibu hamil. Namun tahukah Anda sebaiknya berapa kali memeriksa kehamilan?

Menurut Prof  Dr  dr med Ali Baziad, SpOG (K)  dari Brawijaya Women and Children Clinic,  secara umum, pemeriksaan berkala selama kehamilan adalah pada saat kehamilan berusia 0-28 minggu, 28-36 minggu, dan 36-40 minggu.

”Pemeriksaan kehamilan pada saat usia kehamilan 0-28 minggu dilakukan sebulan sekali, usia kehamilan 28-36 minggu dilakukan dua minggu sekali, dan ketika usia kehamilan 36-40 minggu dilakukan seminggu sekali,” jelasnya.

Beberapa pemeriksaan yang ”wajib” dilakukan pada saat hamil antara lain pemeriksaan laboratorium pada trimester I dan trimester III. Tujuan pemeriksaan ini adalah memantau kesehatan ibu hamil, serta melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan. Pemeriksaan laboratorium tersebut meliputi profil darah, golongan darah/RH, HbsAg, gula darah, urine lengkap, IgM, dan TORCH. 

"Selain itu pemeriksaan USG (ultrasonography) juga penting, hal ini untuk mendeteksi dini terhadap kemungkinan komplikasi selama masa kehamilan, dan sebaginya. Pemeriksaan USG dilakukan untuk mengetahui letak janin, hamil di luar atau di dalam kandungan, letak plasenta, untuk mengetahui ukuran bayi, lingkar kepala, dan lain-lain, apakah sesuai dengan usia kehamilan," ujarnya.

"Selain itu, mengevaluasi pertumbuhan janin, melakukan evaluasi terhadap detak jantung, serta deteksi secara dini kelainan kongenital yang mungkin terjadi juga bisa dilakukan melalui USG. Namun selama kehamilan, sebaiknya pemeriksaan USG tidak dilakukan terus-menerus. USG dilakukan hanya dua sampai tiga kali," tambah Ali.


Dikesempatan yang sama  dr Judi Januadi Endjun, SpOG, Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSPAD Gatot Subroto, ada juga USG tambahan bila ditemukan indikasi medis yang lain. Yaitu bila terdapat perdarahan, dicurigai ada gangguan pertumbuhan janin, ketuban pecah, atau kematian janin.

Penentuan usia kehamilan paling baik dilakukan pada kehamilan 6-10 minggu; penentuan apakah letak plasenta masih menutupi jalan lahir atau tidak pada kehamilan 36 minggu; penapisan cacat bawaan umumnya dilakukan pada kehamilan 20-22 minggu karena sebagian besar cacat bawaan dapat didiagnosis pada usia kehamilan tersebut. Sebagian lagi kecacatan dapat dilihat pada kehamilan 10-14 minggu dan 28-32 minggu.

(Sumber Kompas Female / foto Ist)

Monday, 29 October 2012

Ibu Butuh 5 Menit Waktu Tenang Sehari


Dengan atau tanpa dalam kehidupan kita, hidup sendiri sudah sibuk. Sebagai mahluk praksis yang selalu mempunyai segudang aktifitas dalam menjalankan kehidupannya.

Memang perlu diakui menjadi orangtua menambahkan berbagai jenis stres. Sebagai orangtua sebaiknya hati - hati kalau stres. Kalau perlu Anda harus jadi orang yang bahagia setiap saat. Sebab, pernahkan Anda perhatikan kalau si kecil sering rewel saat suasana hati Anda sedang tak enak? Ternyata anak-anak dapat "menangkap" stres orang tua mereka. Itu menyebabkan mereka juga mengalami yang Anda alami.

Menurut Karen Maezan seorang pakar meditasi, setiap orang tua terutama ibu butuh waktu tenang lima menit setiap hari. Yang dimaksud waktu tenang adalah waktu sendirian tanpa melakukan apa pun. Me time bukan melepas stres dengan belanja, hang out dengan teman. Meski hal tersebut bisa mengusir stres. Tapi yang Anda perlukan adalah waktu meditasi untuk meraih ketenangan diri.

Maezan mengakui bahwa akan sulit bagi seorang ibu menemukan waktu sendirian. Terutama bagi Anda yang mempunyai bayi. Atau seorang ibu yang ingin membesarkan anak tanpa bantuan seorang pengasuh. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu satu menit tanpa interupsi, lalu bagaimana mungkin dapat memiliki waktu tenang 5 menit sendirian. Solusinya, Maezan menyarankan untuk memulainya perlahan. "Jika Anda tidak punya lima menit, mulai dari 60 detik. Kemudian tambah sedikit demi sedikit," Kata Maezen Miller. Inilah cara-cara sederhana yang dia tawarkan  untuk menemukan ketenangan Anda:

Duduk
Pergilah ke ruangan lain, kamar Anda misalnya. Lalu duduklah dengan santai. Setelah itu mulailah mengatur napas Anda serta fokus pada setiap tarikannya. Hal ini penting untuk berkonsentrasi pada napas. Aksi ini akan membantu Anda memblokir suara-suara sekitar. Termasuk suara ketukan pintu serta panggilan anak yang merengek.  "Sesekali Anda perlu tidak bereaksi pada rengekan anak. Cara ini adalah bentuk latihan disiplin diri untuk membiarkan anak belajar menyelesaikan masalah tanpa ibu,"Maezan

Menangis
Tangisan bahagia akan menyegarkan Anda serta melepaskan dari stres. Lebih lanjut, Maezen Miller berpendapat tangisan dapat menyegarkan emosi Anda kembali. Hasilnya, pikiran Anda pun kembali fresh.

Berjalan
Tidak hanya berjalan bentuk latihan yang sangat baik, itu adalah bentuk dasar dari meditasi. "Fokuskan perhatian Anda pada langkah Anda dan lingkungan. Pasang perhatian dalam kesadaran ke dalam proses berjalan," kata Maezen.

Benyanyi
Musik terbukti dapat membangkitkan mood, jadi bernyanyilah dengan penuh semangat. Ini akan membantu mengenyahkan perasaan negatif.  

(sumber kompasfemale/ foto Ist)

Asap Rokok Mengancam dalam 20 Menit


Jika ada orang yang merokok disebelah Anda, segeralah menjauh. Efek negatif asap rokok bagi perokok pasif terjadi dalam waktu singkat.

Hanya membutuhkan waktu 20 menit, paparan asap rokok di dalam ruangan tertutup, seperti bar atau mobil, sudah mampu mengganggu pernapasan Anda.

Menurut Panagiotis Behrakis dari University of Athens, orang yang terpapar asap rokok mengalami perubahan fisiologis secara langsung yang akhirnya menyebabkan saluran udara di paru-paru menyempit. Akibatnya, tubuh kesulitan untuk mengambil oksigen dan asupan oksigen di tubuh terganggu.

"Non perokok dipaksa menghirup asap rokok dalam jumlah ekstrem secara langsung kemudian masuk kedalam paru-paru mereka. Temuan ini memberitahu kita bahwa paparan singkat asap rokok memang berbahaya bagi saluran udara normal," jelas Dr. Behrakis, dilansir melalui Dailymail (29/10).

Temuan lain di bulan lalu oleh peneliti Northumbria University juga mengungkapkan risiko lain yang mengancam perokok pasif. Non perokok yang teratur terkena paparan asap rokok juga berisiko mengalami kerusakan memori atau kepikunan.

(sumber ghiboo / foto Ist)

Tuesday, 23 October 2012

Sosok Ayah Pengaruhi Kepercayaan Diri Anak Perempuan


Hubungan antara ayah dan putri amat berpengaruh terhadap bagaimana ia bakal tumbuh kelak.

Pengaruh dari ayah dalam kehidupan anak putrinya akan membentuk kepercayaan diri, gambaran akan diri sendiri, keyakinan serta pendapatnya akan lelaki. Menurut Michael Austin seorang pengajar filosofi dari Universitas Kentucky serta penyunting buku Fatherhood - Philosophy for Everyone: The Dao of Daddy, sosok ayah bakal mempengaruhi bagaimana putrinya tumbuh menjadi dewasa kelak.
 
"Bagaimana pendekatan seorang ayah terhadap kehidupan akan menjadi contoh bagi putrinya saat ia membangun
kehidupannya sendiri. Bahkan jika putrinya tersebut memilih cara pandang yang berbeda kepada dunia," ujar Austin kepada She Knows.

Lebih lanjut menurut Austin campur tangan seorang ayah pada kehidupan putrinya adalah amat penting pada perkembangan tingkat kepercayaan diri seorang perempuan dewasa muda. Ayah akan berpengaruh saat ia menyemangati lewat perkataan verbal, kekonsistenan berada dalam kehidupannya, kewaspadaannya serta bagaimana sensitifitasnya kepada sang putri.

Campur tangan langsung dan semangat yang diberikan kepada ayah akan menghilangkan rasa tidak aman yang dialami anak perempuan. Hal tersebut akan meningkatkan rasa percaya diri pada kemampuannya sendiri.

Figur seorang ayah menurut Austin juga mempengaruhi hubungan sang putri dengan teman dekatnya. Tipe lelaki yang dikencani sang putri serta mereka yang bakal lama berhubungan dengannya amat dipengaruhi pada hubungan antara seorang putri dengan ayahnya.


Sosok positif dari ayah akan dicari oleh sang putri pada lelaki idamannya.

"Sang putri akan melihat apa yang diyakini oleh ayah mengenai perempuan dengan cara bagaimana mereka menghargai dan menghormatinya, atau sebaliknya bagaimana mereka gagal melakukannya," papar Austin.

(sumber beritasatu / foto Ist)

Tuesday, 9 October 2012

Melatih Konsentrasi Anak dengan Yoga


Yoga sebagai bentuk non-aerobik latihan telah lama digemari. Bentuk latihan dengan pose yang menggabungkan pernapasan, fleksibilitas, kekuatan dan keseimbangan.

Kabar baiknya, itu bukan hanya untuk orang dewasa. Bahkan, yoga adalah latihan yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak juga.

Lynne Beiger, pemilik dan pendiri  Back Bay Yoga dan Soul Yoga di Boston,AS, merekomendasikan dan menjelaskan lima pose yang bisa dilakukan anak-anak. Ini adalah aktifitas bugar yang bisa dilakukan bersama anak Anda.

Beiger juga mengungkapkan bahwa yoga tidak hanya baik untuk tubuh tapi pikiran juga. Latihan ini dapat membantu anak-anak rileks dan fokus. 

1. Cat/Cow pose:
470_2517056
Ini adalah jenis pose latihan buat 'pemanasan'. Latihan ini baik untuk tulang belakang secara keseluruhan. Anak-anak akan menyukainya karena menyenangkan, mudah dan efektif.

2. Downward dog:
470_2517057
Salah satu pose yang paling dikenal luas, anak-anak pada usia berapa pun dapat belajar ini. Salah satu manfaat dari gerakan ini adalah menenangkan. Bisa dilakukan setiap saat atau sepanjang hari. Ini adalah latihan peregangan seluruh tubuh yang bagus.

3. Child's pose:
470_2517058
Pose yang satu ini menyeimbangkan anak-anak. Menempatkan kepala di bawah jantung  bagus untuk anak-anak karena menenangkan mereka.

4. Crow pose:
470_2517059
Baik untuk anak-anak karena mereka cenderung lebih fleksibel daripada orang dewasa dan yang pasti lebih ringan. Pose ini membangun konsentrasi yang besar. Tidak hanya akan menguji kemampuan mereka untuk melaksanakan gerakan tetapi juga menantang mereka untuk menahan pose.

5. Bridge pose:
470_2517060
Nah, pose ini  untuk memperkuat otot kaki, sendi lutut dan karena itu backbend yang akan meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan tubuh. Ini juga bagus untuk peregangan bahu.
selamat mencoba!!!!

(sumber kompas / foto Ist)

Manfaat Bermain Pasar-pasaran bagi Si Kecil


Salah satu permainan yang kerap menjadi favorit anak-anak TK (4-6 tahun) adalah bermain pasar-pasaran. Meski terkesan mereka hanya saling berceloteh tak karuan, namun banyak manfaat saat anak bermain jual beli ini. Naomi Soetikno, MPd, Psi, psikolog dari Omni Medical Centre Jakarta menyebutkan sejumlah manfaat bermain pasar-pasaran bagi anak, di antaranya:

1. Asah imajinasi.

Bermain jual beli kaya imajinasi. Anak boleh jadi akan berperan bak seorang pembeli dengan segenap kebutuhan dan uang di tangan. Atau sebagai penjual di mana ia memiliki sejumlah barang. Aktivitas ini turut mengembangkan daya khayal sang buah hati. Saat menjadi penjual, anak akan menawarkan barang, merayu pembeli, dan lainnya. Demikian juga saat ia berperan sebagai pembeli, ia akan menawar barang, memilih, dan lainnya.

2. Terlatih berbahasa.
Saat jual beli, terciptalah interaksi dan komunikasi antara penjual dan pembeli. Anak belajar berkomunikasi sesuai dengan peran yang dimainkan, baik saat membeli, memilih barang, menawar, menyerahkan uang. Kemampuan berbahasa anak semakin terlatih.

3. Mengenal fungsi uang.
Aktivitas jual beli membuat anak memahami fungsi uang. Untuk mendapatkan barang, ia perlu mengeluarkan uang. Ia pun menjadi tahu, uang memiliki nilai tertentu dan dapat berfungsu sebagai alat tukar.

Meski begitu, nilai nominal yang tertera pada lembar uang belum bermakna bagi anak, namun ia sudah tahu, semakin banyak koin atau lembaran yang dikeluarkan untuk membeli barang, maka semakin mahal barang tersebut.

4. Mengenal nilai benda.
Lewat jual beli, anak tahu nilai benda-benda yang dibelinya. Sekalipun jumlah atau besaran dari uang yang dikeluarkan masih bersifat abstrak, apakah itu jumlag yang besar atau tidak. Namun anak mengetahui bahwa benda itu bernilai karena harus ditebus dengan uang.

5. Memicu jiwa wirausaha.
Kemampuan wirausaha perlu dikenalkan sejak dini. Dengan mengenalkan permainan jual beli, secara tidak langsung, orangtua sudah mengenalkan jiwa entrepreneurship kepada anak. Bagaimana usaha seorang pedagang yang akan menjual barangnya agar cepat laku. Lambat laun seiring peningkatan kognitif anak, maka kemampuan anak untuk berkreativitas dan memahami wirausaha akan semakin kuat.

(sumber kompasfemale / foto Ist)

Thursday, 4 October 2012

Manfaat Bergaul di Luar Rumah bagi Anak


Kalau anak usia sekolah atau remaja Anda meminta izin ke mall bersama temannya, atau ke tempat umum lainnya, bagaimana respons Anda selaku orangtuanya? Mengizinkan anak bergaul bersama teman sebaya di luar rumah, termasuk jauh dari rumah seperti ke mal ternyata punya sejumlah manfaat bagi anak.

* Ajang memastikan identitas diri
Anak bisa melihat apakah dirinya populer di lingkungan teman-temannya atau tidak. Sebab, yang terlibat jalan bareng teman adalah anak-anak yang sudah terpilih di dalam peer group-nya. Untuk terpilih di dalam peer group biasanya harus memiliki persyaratan tertentu. Jika anak terpilih berarti ia sudah diterima di lingkungan peer group-nya dan ini bisa Membuat anak lebih percaya diri, ia pun akan lebih memahami identitas dirinya.

* Meningkatkan kemampuan berinteraksi dan ikatan pertemanan.

Banyak hal yang bisa dilakukan saat jalan bareng teman, mereka bisa tukar pikiran, sharing, saling membantu, saling mengingatkan, dan lainnya. Secara langsung hal ini akan meningkatkan kemampuan anak dalam berinteraksi sosial. Kegiatan ini pun akan meningkatkan kemampuan anak dalam ikatan pertemanannya.

* Memenuhi kebutuhan otonomi
Saat jalan bareng teman, anak bisa dan bebas menentukan sendiri apa yang ia mau. Hal ini membuatnya senang karena otonominya saat itu digunakan dengan lebih leluasa, bebas dari aturan yang mungkin menurutnya mengekang. Selama hal tersebut wajar, tidak masalah.

* Memperkaya pengalaman
Pengalaman anak terhadap dunia luar akan meningkat. Misalnya, ketika menonton film di bioskop, ia tahu banyak informasi yang di sajikan di film tersebut; ketika makan di restoran, ia jadi tahu bahwa makanan di restoran berbeda dari masakan di rumah; ketika bermain di game zone, ia tahu situasi dan kondisinya yang begitu ramai dan riuh; ia juga bisa bertemu dengan berbagai karakter orang beserta gaya dan model berbusananya; ia tahu apa saja yang sedang tren pada saat itu, dan banyak lagi.

(sumber kompasfemale / foto Ist)

Monday, 17 September 2012

Lebih Kreatif Berkat Lingkungan Aman dan Ramah Anak


Anak-anak bisa mengembangkan minat, bakat dan potensinya secara optimal dalam lingkungan yang aman dan ramah anak. Menurut psikolog anak Seto Mulyadi, yang dimaksud lingkungan aman di sini adalah ketika anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitasnya, melontarkan idenya, selain tentunya dukungan dan bimbingan dari orang dewasa, terutama orangtua."Lingkungan ramah anak, di antaranya anak tidak terus menerus dikoreksi, berikan anak kesempatan untuk melemparkan ide," jelasnya kepada sejumlah media di sela kegiatan Kidpreneur Award 2012 di Jakarta.

Orangtua bisa melibatkan anak dalam berbagai kegiatan yang memberikan kesempatan pada anak melontarkan ide. Alih-alih mengkritik anak atas kreativitasnya, orangtua bisa memberikan dukungan atau arahan, sehingga anak-anak punya kesempatan untuk mengembangkan potensinya, sejak dini.
 
"Anak-anak yang sering dilarang melakukan berbagai hal justru ini akan mematikan kreativitasnya," jelas pria yang akrab disapa Kak Seto ini.

Dengan menciptakan lingkungan ramah anak, si kecil juga bisa mengeksplorasi berbagai hal guna menemukan minat, bakat, dan potensinya. Dari berbagai kegiatan yang dilakoninya, anak-anak bisa menemukan satu bidang yang paling berpotensi untuknya.

"Anak-anak bisa melihat sendiri bakatnya dari kegiatannya selama ini. Coba lihat, dari berbagai kegiatan atau lomba yang diikutinya, lomba apa yang paling unggul. Buat catatan dari setiap aktivitas yang dilakukannya. Kalau lomba gambar lebih unggul, boleh jadi bakatnya memamg di bidang itu," tuturnya.

Anak bisa menemukan bakat dan minatnya, ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk mencoba dan mendapat kepercayaan dari orangtuanya untuk melakukan berbagai hal, yang memang digemarinya, dan atas seizinnya. Bukan karena anak "dipaksa" melakukan berbagai kegiatan, seperti les privat, dengan jadwal padat setiap harinya.

"Les yang dijalani anak-anak pun semestinya atas seizin anak," saran Kak Seto.
Agar kreatif, berikan anak Anda kesempatan untuk mengembangkan potensinya, dengan dukungan dan bimbingan, bukan dengan selalu melarang, mengkritik, apalagi melabel anak secara negatif.

(sumber kompasfemale / foto Ist)

Wednesday, 11 July 2012

Manfaat Menari Bersama Bayi


Sejak lahir, secara fisik bayi membutuhkan "asupan" yang baik, mulai ASI eksklusif, popok yang bersih, kehangatan, mainan, dan sebagainya. Sedang secara psikologis, yang dibutuhkan bayi adalah attachment dengan orang-orang terdekatnya, utamanya orangtua.

Kedekatan yang terbentuk di awal kehidupan ini akan membantu bayi mengenal dunia serta menjadi fondasi dan contoh untuk membina hubungan-hubungan selanjutnya.

Bernadetta Anjani, MPsi, psikolog dari Personal Growth Jakarta mengatakan, salah satu bentuk attachment yang paling sering dianjurkan adalah pelukan. Saat memeluk, orangtua dan bayi merasakan sentuhan langsung. Bayi merasa aman dan nyaman saat dipeluk orangtua, sementara orangtua dapat menyalurkan kebutuhannya untuk melindungi anak.

Nah, orangtua bisa mendapati aktivitas memeluk dengan menari, karena saat inilah orangtua menggendong sambil memeluk bayi lalu bergerak mengikuti irama lagu. Berikut sejumlah manfaat menari bersama bayi, baik bagi orangtua dan utamanya bagi si bayi:

* Bagi bayi:
- Menumbuhkan attachment. Saat menari bersama bayi terjadi kontak skin to skin, sehingga muncul rasa aman dan nyaman pada diri bayi karena merasa terlindungi.
- Meredakan bawel. Coba deh ajak si kecil menari sambil bernyanyi saat dia sedang rewel, umumnya tidak lama kemudian si kecil akan tenang dan tertawa atau tertidur pulas.
- Meningkatkan aktivitas otak. Berdasarkan sebuah studi di Jepang, menari bersama bayi bisa meningkatkan aktivitas otak bayi, juga membantu bayi mengembangkan kekuatan otot, sehingga lebih cepat merangkak dan berjalan, selain juga bermanfaat menurunkan lemak pada bayi gemuk. Mungkin karena itulah studio tari di negeri Sakura banyak membuka kelas menari untuk ibu dan bayi.

* Bagi orangtua:
- Menumbuhkan mood positif. Memeluk bayi sambil menari dapat menyalurkan kebutuhan orangtua untuk melindungi anaknya. Hal ini akan menimbulkan perasaan bangga dan bahagia sehingga perasaan ini dapat menjalar ke hal-hal lain di luar aktivitas menari bersama bayi.
- Mengembalikan berat badan semula. Untuk ibu yang baru melahirkan, menari dengan bayi juga dapat mengembalikan berat badan ke berat semula sebelum hamil. Mengapa? Ternyata, menari selama 20 menit bisa membakar sampai 200 kalori. Jadi, dengan menari bersama bayi, selain bisa lebih banyak membakar kalori, juga bisa menguatkan ikatan cinta ibu dan bayi. Inilah yang harus ibu kejar.

(Sumber Kompas / foto Ist)

Monday, 25 June 2012

Sikap Orangtua yang Menghambat Prestasi Anak


Setiap keunikan minat dan bakat yang dimiliki anak bisa membuat mereka menjadi anak yang berprestasi. Hanya saja, terbentuknya mental juara dan pencapaian prestasi mereka membutuhkan dukungan orangtua, keluarga, dan lingkungan terdekat anak.
"Dukungan orangtua memberi pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan anak dalam suatu bidang," ungkap psikolog Mira D. Amir, saat kampanye Biskuat "Rahasia Energi Sang Juara" di Pisa Cafe, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2012).

Mira menambahkan, interaksi ideal yang terjalin antara orangtua dan anak bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mengetahui bakat dan minat anak, sehingga orangtua bisa mengarahkan, mendukung, memberikan asupan nutrisi berimbang, serta menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan. Sayangnya, banyak orangtua yang belum memahami aspirasi dan keinginan anak untuk berkembang dan berprestasi.

"Bahkan yang paling buruk, orangtua malah jadi penghambat anak-anak untuk berprestasi," tukasnya.
Beberapa sikap orangtua yang bisa menghambat prestasi anak antara lain:

1. Ibu pemarah.
 Salah satu faktor yang menyebabkan anak kurang berprestasi adalah sifat ibu yang cenderung pemarah. "Ibu yang sering memarahi anaknya akan membuat anak jadi suka membangkang," ujar Mira. Akibatnya anak akan mencari pelampiasan, sehingga mereka cenderung bertindak ke arah yang negatif dan tidak mampu berprestasi.

2. Memaksa anak jadi "pintar". 
 Setiap orangtua pasti punya keinginan untuk punya anak yang pintar. Berbagai cara pun dilakukan orangtua untuk membuat anaknya pintar, termasuk menjejali mereka dengan berbagai les pelajaran setelah pulang sekolah. Padahal anak juga membutuhkan waktu untuk bermain.
"Waktu bermain untuk anak-anak sebenarnya bisa membantu mereka untuk bersantai. Sebaliknya, membebani anak untuk selalu belajar akan membuat mereka jadi stres dan justru tidak berprestasi," jelasnya.

3. Melakukan kekerasan pada anak.
Faktor kekerasan pada anak, pasti akan membuat anak jadi tertekan. Keadaan tertekan bisa membuat mereka tidak mampu mengekspresikan keinginan dan menyalurkan bakat. Rasa takut karena ancaman akan membuat anak menuruti perintah dan melakukannya dengan terpaksa.
"Karena terpaksa, pekerjaan yang mereka lakukan tidak akan maksimal dan akhirnya tidak membuahkan prestasi maksimal," papar Mira.

4. Kecanduan gadget
Di era teknologi seperti sekarang, gadget menjadi salah satu senjata ampuh untuk menghabiskan waktu. Gadget juga dianggap menjadi cara untuk bisa membuat anak lebih menurut dan tidak rewel. Alasan lain memperkenalkan gadget pada anak juga agar anak lebih melek teknologi.
"Sayangnya, mereka tidak sadar bahwa gadget juga punya sisi buruk yang bisa membuat anak kecanduan, dan jadi malas belajar. Membagi waktu yang tepat, dan memanfaatkan teknologi dengan baik, akan membuat anak jadi melek teknologi dan juga cerdas," bebernya.

(Sumber kompasfemale / foto Ist)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More